Senin, 13 Desember 2010

pengalaman mendapat paramadina fellowship

Buah dari kesabaran

Intan Dewi Karlita, Paramadina-BTPN fellow

Aku mendaftar paramadina fellowship karena aku ingin meringankan beban orangtua. Ya, dengan penuh percaya diri dan rasa optimis, aku kumpulkan beberapa piagam penghargaan yang pernah ku raih. Satu per satu syarat terpenuhi. Tiba saatnya aku mengirim berkas ke Universitas Paramadina. Beberapa kendala aku hadapi, setelah mengirimnya aku masih bertanya-tanya berkas itu terkirim atau tidak, soalnya saat itu petugasnya dalam keadaan sibuk dan banyak sekali barang di mejanya. Rasa takut tidak terkirim atau salah tempel kertas tujuan membuat ku tidak tenang. Hari demi hari terlewati. Sampai pada satu hari pengumuman peserta wawancara. Temanku memberitahu bahwa aku lulus ke tahap wawancara. Hore, Senang sekali mendengar berita itu, kegelisahanku akan data yang tidak terkirim atau tertukar terjawab sudah.

Tes wawancara pun tiba. Dengan rasa percaya diri saya masuk ke ruangan. Berkas-berkas yang asli telah diperiksa, tes PEPT sudah, FGD atau diskusi, dan sesi wawancara oleh tim panel. Satu yang agak bikin saya down yaitu waktu diskusi. Temanku sangat dominan dan bahasanya sangat tinggi sekali, aku hanya diam dan sesekali mengutarakan pendapat saya tapi tidak terlalu banyak, yah. Dengan rasa yang tidak karuan, aku kemudian pulang.

Sebulan kemudian, tepat tanggal 31 Juli 2010. Penerima paramadina fellowship telah diumumkan. Aku ragu untuk membukanya. Karena rasa takut akan hasil yang tidak diinginkan. Akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka pengumuman itu. Tuing, Intan Dewi Karlita-SMA Negeri 1 Prabumulih mataku langsung tertuju dengan nama itu. Tapi mungkin aku harus bersabar lagi karena ternyata namaku terletak pada penerima cadangan. Aduh, cobaan apalagi ini. Untuk sekian kalinya aku harus menunggu. Penerima cadangan akan diumumkan dua minggu lagi lulus atau tidaknya.

Dua minggu kemudian, Hari Jum’at, hari itu aku tidak jauh dari handphone, tapi ditunggu-tunggu telpon itu tak kunjung ada. Hingga membuatku memberanikan diri untuk menelpon pihak paramadina fellowship. Dan jawabannya diundur tiga hari lagi. Lumayan jengkel perasaanku pada saat itu.

Tiga hari kemudian, aku tidak memperhatikan lagi handphoneku. Tiba-tiba saja handphoneku berbunyi. Aku lihat nomor tidak dikenal kode areanya yaitu Jakarta (021). Hehe, dengan wajah sumringah dan percaya kalau itu telepon dari Paramadina, aku angkat telpon itu. Tuing, “Benar ini Intan Dewi Karlita dari SMA Negeri 1 Prabumulih?”, “Iya, saya Intan”, “Selamat anda diterima di Paramadina Fellowship prodi Ilmu Komunikasi”. Huah, Perasaanku campur aduk, ingin rasanya ku berteriak. Kenapa harus begitu lama menunggu? But It’s Ok, haha akhirnya saya lulus PARAMADINA FELLOWSHIP 2010 dan uji kesabaran tentunya.haha

0 komentar:

Infolinks In Text Ads